Belajar dari serial supernatural

Mungkin tak banyak yang suka nonton serial TV yang satu ini, bisa dengan alasan tidak suka dengan hal-hal yang un-real, hal-hal yang tidak masuk diakal, yang berbau mistis, atau yang nggak suka melihat hal-hal yang ngeri.

Sebetulnya, sama, aku juga gak suka dengan film-film berkategori beginian, apalagi kalau terkesan terlalu dibuat-buat (look at : Beranak dalam kubur, pocong, dll), denger judulnya ajah dah gak kepikiran buat nonton. Mendingan juga Get Meried, Ayat-ayat Cinta, Die Hard 4, etc, etc…

Tapi, ada yang lain di Supernatural, dari pertama lihat sampai di seri yang kesekian. Coba diperhatikan…banyakan iblis-iblis (“demon”)nya tidak takut dengan segala macam tanda-tanda keberagamaan, tapi mereka lebih takut dengan garam, senjata dari perak, meskipun gak semuanya begitu.

Dari sana, aku coba memahami, mungkin, hidup ini, dalam beragama, seharusnya tidak hanya sekedar menggunakan dan atau menjadikannya simbol, tapi harus dilakukan, DO IT. Setan/iblis/demon tidak akan takut dengan segala macam simbol keagamaan yang kita pakai, tapi mereka akan lebih takut kalau kita menjalankan kewajiban dalam beragama itu dengan tertib dan rutin.

Ah…dunia pasti akan lebih indah kalau manusia bisa menempatkan dirinya pada tempat-tempat yang tepat…