Antara Pekerjaan dan Pertemanan

Pertemanan mungkin tidak sehangat kata persahabatan, dan sepertinya itu lebih cocok untuk case yang ini.

Dalam dunia kerja, ada banyak relasi, ada banyak orang disekeliling kita; dan mereka bisa dibilang teman, sahabat, rekan kerja, atau bahkan mungkin lawan. Semuanya berdiri pada porsinya masing-masing sesuai dengan kita menempatkannya.

Kalau kita merasa banyak teman berarti kita menempatkan orang-orang itu sebagai teman, kalau kita mengartikannya sahabat, ada kemungkinan kita ini orang baik-baik yang suka bergaul dengan siapa saja tanpa ada penghalang meskipun itu masalah pribadi. Kalau kita menempatkannya sebagai rekan kerja, berarti tidak lebih dari sekedar teman dalam bekerja.

Lalu bagaimana kalau kondisinya mengatakan bahwa dia lawan? Silakan dilihat dulu dari sisi mana anda menganggap dia sebagai lawan. Lawan dalam usaha merebut roti yang sama? Atau lawan dalam hal keputusan-keputusan dalam pekerjaan? Atau malah lawan dalam hal-hal yang bersifat pribadi? Atau dia memang kelewat brengsek. Dan sangat patut untuk disebut sebagai lawan?

Bagaimana menanggapi atau menghadapi kondisi seperti ini? Apa resepnya?

Aku juga tidak tahu, tapi mungkin dengan menjadi orang baik-baik dan tidak terlalu memikirkan hal-hal brengsek seperti itu. Kita bisa menjadi lebih enjoy, dan biarpun ANJING menggonggong kita jalan ajah asal dia nggak ngejar palagi ngegigit.. 😀

Cheers

Arti sahabat (Usah Kau Lara Sendiri)

Tentang arti seorang sahabat…

Kulihat mendung menghalangi pancaran wajahmu
tak terbiasa kudapati terdiam mendura
Apa gerangan bergemuruh di ruang benakmu
sekilas galau mata ingin berbagi cerita

Tatkala duka menyapa, betapa pentingnya kehadiran seseorang yang bisa menyapa hati,  menemaninya dengan tulus, sehingga tak ada lagi kesendirian yang mendera berkepanjangan….

Kudatang sahabat, bagi jiwa
saat batin merintih
usah kau lara sendiri
masih ada asa tersisa

Lalu membiarkan kita bersandar, merasakan bahwa besok masih akan ada hari yang lebih membahagiakan…

Letakkanlah tanganmu di atas bahuku
biar terbagi beban itu
dan tegar dirimu

Membantu kita bangkit atas keterpurukan yang menimpa, memapah, meringankan segenap beban yang mendera…

Di depan sana cah’ya kecil tuk memandu
tak hilang arah kita berjalan
menghadapinya

Memandu ke arah cahaya, walau nampak kecil, tapi disana letak secercah harapan untuk menuju  hari yang lebih indah. Bersamanya menghadapi, melangkah, menyusuri jalan…

Sekali sempat kau mengeluh, kuatkah bertahan?
satu persatu jalinan kawan beranjak menjauh

Meski banyak kawan yang menjauh saat kita terpuruk, tapi seorang sahabat akan tetap datang,  bagai tonggak yang akan menuntun, memapah kita, dan tak akan membiarkan kita terjatuh. Bagai cahaya, yang akan menunjukkan jalan terang, jalan menuju kebahagiaan…

Itulah seorang sahabat…