Kangen Doeloe

Tiba-tiba kangen masa doeloe
Tiba-tiba kangen waktu doeloe
Dan tiba-tiba…
Ingin jadi petani…???

Ingat kesederhanaan
Ingat kesabaran
Ingat ketahanan

Ingat masa-masa bermain di sawah
Tak ada beban
Hanya bermain
Dan bermain

Toh pulang selalu ada nasi
Hasil panen 3 bulan kemarin
Toh pulang ada ikan
Hasil mancing di kali

Pergi sekolah tak ada takut
Pelajaran tak banyak tapi cukup
Guru ngajar dengan sabar dan ikhlas
Meski tak dibayar banyak
Cukup buat makan
Tak bisa buat beli rumah apalagi mobil
Tapi tetap ikhlas mengajar
Dan hasilnya, murid yang tidak cuma pandai tapi paham tentang hidup
Nggak neko neko

Tiba-tiba saja ingat itu semua
Dan sekarang terasa berat menyesak

Iklan

Lelaki Itu

Lelaki itu…
Orang yang sama…
Pada malam kemarin menemanimu…
Melepas lelah…
Juga pada malam malam sebelumnya…

Lelaki itu…
Saat ini tampak lelah…
Lekukah pada dahinya gambarkan itu…

Lelaki itu…
Seperti ingin melepas penat…
Dan menitipkan sejenak merah hitam perjalanan…
Pada angin atau apapun disana…

Lihatlah lelaki itu…
Sejenak…
Lebih dalam…
Dan berikan kecupan…
Dan pahami arti lelahnya…

Driyorejo, 4 Februari 2017, 1:47AM, dalam hening menyapa malam..

Lelah

Ketika keinginan untuk menulis itu perlahan meredup…
Ketika hasrat untuk menulis itu perlahan seperti enggan menyapa…
Dan ketika ide-ide untuk menulis seakan hendak pergi begitu saja…

Seperti orang bodoh yang kehilangan panutan…
Seperti orang buta yang kehilangan tongkat…

Lalu, bagaimana agar keinginan, hasrat dan ide-ide itu ada lagi???

Biarkan waktu yang menentukannya, biarkan saja begitu adanya, sepertinya juga aku sedang lelah…

Aku Tanpamu

Bukankah sudah kubilang
Jauh hari dahulu kala
Bahwa sabar itu niscaya

Sebagai seorang manusia biasa, kesabaran itu seperti nafas, yang tiap saat dibutuhkan, dan tak kan mungkin dilepaskan. Dengan sabar, kita bisa lebih mendalami arti kata takdir. Dengan sabar, kita bisa lebih bijak dalam meniti dan melangkah, mengambil sebuah keputusan, tidak grusa grusu. Itu kenapa kita butuh “sabar”.

Dulu pun sudah kubilang
Bahwa indah itu akan tiba
Jika waktunya sudah tepat

Pun apabila, sudah susah payah berusaha, namun jua, belum berjumpa dengan keindahan, maka bersabarlah. Karena semua akan indah pada waktunya. Hanya saja, jangan pula, dengan alasan itu lalu tidak melakukan usaha. Karena indah tidak akan dapat diraih tanpa usaha. Indah tidak akan pernah tertarik pada orang yang hanya bisa mengeluh dalam kediamannya, tanpa ada usaha sama sekali.

Lalu, dimana letak DIRIMU?

Dalam kebisingan hari, dalam kesunyian sepi, dalam terangnya matahari, dalam temaramnya suasana malam, dalam sejuknya embun pagi. Kucoba temukan DIRIMU dalam hatiku, dalam setiap hembusan nafasku, dalam setiap aliran darahku, dan dalam setiap apa yang ada padaku. Karena yang kutahu, AKU TANPAMU SEPERTI DEBU, TERBANG TANPA ARAH DAN TANPA MAKNA.

Luka Lama

Akhir November yang menyeramkan.. hadeh…

10 tahun menghilang.. dan luka itu tiba-tiba saja menyapa lagi.. say hello.. dengan membawa segitu banyak luka…

Oh god.. what is this?

Mungkin sebuah pengingat agar aku tidak banyak lupa atas semua yang sudah dilewati..

Dan sebuah pengingat agar dalam melangkah harus lebih bijak dan lebih hati-hati.. jangan sampai suatu saat luka lama yang lain akan menyapa..

Dongeng Sebelum Tidur

Tubuh lelah…

Namun, perbincangan di depan rumah, masih saja seru. Bapak-bapak ngomong soal BBM naik.

Bagaimanapun, bapak-bapak ini salah satu orang yang akan terkena dampaknya secara langsung. BBM naik, jatah bensin naik, akankah mengurangi jatah makan atau rokok mereka?

Belum tentu juga!!! Bisa jadi, ketika BBM naik, sembako naik, semuanya naik; dan juga gaji ikut naik. Jika begitu, maka semuanya menjadi sejajar. Itu pun kalau jadi naik.

Kalau tidak jadi naik. Mungkin jalan seperti sebelumnya, sampai orang-orang akan melupakan proses democrazy yang sudah dilalui dengan berbagai macam janji dan drama politik.

So, akankah kita akan tetap bisa megkritisi janji-janji anggota dewan dan janji-janji presiden sebagaimana yang mereka ucapkan semasa pemilu?

Bukankah janji, adalah sesuatu yang tidak hanya dipertanggungjawabkan pada rakyat, tapi juga pada Tuhan mereka?

Cukup Dengan Cinta

Pernahkah dalam kesunyian seorang diri???
Sepi…

Pernahkah dalam keramaian kita merasa sendiri???
Sunyi…

Pernahkah merasa bahwa kehadiran kita tak memberi arti apa-apa???
Hampa…

Dan cukup dengan cinta… hal seperti itu tak perlu ada…
Dengan cinta yang cukup… kita akan selalu bisa memberi warna dan makna…

Surabaya, 14 juni 2014, lakar santri

Bikin Email Address dan Berburu Gambar Asik, My First Online experience

Internet yah?
Barang apaan sih itu?
Atau makanan?
Enak nggak?

Hehe, itu dulu waktu masih SMA, dan taunya tentang internet juga gara-gara saban hari Sabtu Jawapos pasti mengulasnya. Tahun ajaran 1997/1998 sebelum internet membumi di hampir seluruh wilayah nusantara. Dasarnya suka tertarik ama hal-hal baru, akhirnya semua informasi yang berhubungan dengan internet kusadur ulang ke dalam buku saktiku. Termasuk url-url yang ditampilkan disana (meski sebenernya dan sebener-benernya nggak ngeh ama yang dimaksud dengan url 🙂 )

Untungnya, semester kedua di PIKTI-ITS ada materi internet yang ditunjang dengan keberadaan lab komputer & internet, dan untungnya, satu orang satu komputer. Untuk ukuran tahun 1998 tentu itu sudah sangat bagus.

Teringat akan catatan-catatan yang sudah aku kumpulkan, kubuka, dan woilaaa…ternyata gak ada ruginya aku bikin catatan itu. Aku masih ingat situs pertama yang aku buka, hotmail, hehe..bisa pamer ke temen-temen neh… :), tapi nggak ngeh ini situs mau diapain… lah email juga kagak ngerti barang macam apa itu… (ceile..ternyata o’on yah dulunya…hihihi).

Hari demi hari kulalui dengan hati berbunga-bunga sehabis kenalan ama internet, materi pun diberikan dan diajarkan. Search engine menjadi temen setia menemani hari-hari, mencari contoh-contoh script VB, dan lain-lain. Akhirnya demi menyelamatkan moral anak bangsa, generasi penerus, ditulis dan diumumkan dengan jelas dan seksama, bahwasannya dilarang membuka situs p*rn*. Hebat deh sekolahan ini…

Salah, justru dengan begitu aku malah penasaran, kayak apa sih situs p*rn* itu? hehe..Entah sebuah petunjuk atau sebuah awal jaman kesesatan, waktu nulis hotmail terjadi salah ketik menjadi hotline dan..woila…ruaarrrr biasaaaa….cantiiikkk…dan hihihihi… Eh malah gemeteran..dasar amatiran…

internet-distractionsTapi itu dulu, sekali lagi itu dulu…sekarang ini aku kan dah jadi orang baik-baik, rendah hati dan tidak sombong… ;))

Kebetulan juga, dari sebuah hobby berubah menjadi sebuah pekerjaan. Dari awal kerja sampai sekarang gak jauh-jauh dari yang namanya komputer dan internet. Lebih parahnya lagi, masih sempet-sempetnya nyari duit lewat internet. Blog review, design web/blog, dan lain-lain. Ikutan jualan domain, hosting, apa ajah deh yang penting halal. Siapa tahu juga dengan menulis ini bisa dapat rejeki, dapet netbook dari blogdetik.. 🙂

Hidup internet, hidup blogger.

Masih Tanpa Judul

Bahkan, hampir-hampir tidak ada ide untuk menulis. Padahal 3 hari ini ada moment-moment yang sangat mungkin untuk bisa dijadikan bahan penulisan.

Iyah, sejak mengalami tragedi yang memilukan, berupa pagerank yang tiba-tiba hancur tidak berbekas, sepertinya keinginan untuk menulis tiba-tiba saja lenyap. Meski sadar ini sesuatu yang salah, karena menulis adalah sebuah luapan jiwa, penyampaian hasrat dan kehendak, bukan hanya sekedar upaya untuk mencari ketenaran atau segenggam dolar; tapi entahlah, tiba-tiba saja hasrat itu lenyap, diiringi dengan kebencian mendalam pada google yang telah menghapus pagerank-ku. Bahkan kemudian berkoar-koar, ah bing masih jauh lebih baik dari google. Hehe…meski tetap terpikir juga, sekuat apapun microsoft melakukan usaha untuk menyaingi google, tetap saja, merubah pandangan orang banyak tentang search engine yang terbaik, itu susah. Dimana-mana, kalau nyari sesuatu yah google, nyari apapun tinggal googling, atau serahkan saja pada mbah google.

Sebenarnya, ada apa sih moment istimewa di tiga hari ini?

Foto(659) 1. 14 Juli 2009, tepatnya hari Selasa. Hari pertama anakku masuk sekolah. Iyah, dia sudah besar. Sudah 3 tahun, dan sudah minta disekolahkan. Anakku sekolah di Pra TK Insan Mulia. Waktu dengar cerita dari bunda nya bahwa, adek Hawa sangat senang di sekolah, aku juga ikut senang. Adek di sekolah tidak nangis, padahal banyak anak-anak yang lebih besar nangis nyari orang tuanya. Adek juga mau dan bisa ketika disuruh nyanyi, iyah nyanyi bintang kecil. Ah jadi bangga jadi bapaknya. 🙂 Bangga punya anak yang pintar… 🙂

 

2. 15 Juli 2009, anakku ulang tahun. Usianya 3 tahun. Manis, cantik, paling manja sama ayahnya. Paling takut kalau bunda atau ayahnya marah, meski kalau dah marah gitu dia sampai janji-janji sambil nangis, iyah adek hawa nggak boleh nakal, nggak boleh mbangkong (bangun siang). Hehe..semoga menjadi anak yang sholihah, bisa menjadi kebanggaan Ayah dan Bunda kelak dihadapan Alloh SWT waktu hari penghitungan. Bisa menjadi permata yang cantik luar biasa, luar dan dalam, dengan akhlakul karimah. Menjadi wanita yang didambakan oleh syurga. Amien ya robbal alamien.

3. 16 Juli 2009, ulang tahun pernikahanku yang ke-empat. Semoga Alloh SWT selalu memberikan rahmatnya pada kita sekeluarga yah sayang. Semakin bisa memahami makna pernikahan, luar dan dalam. Sehingga bisa lebih memahami makna dari keluarga sakinah, keluarga yang selalu mendapatkan mawaddah dan rohmah. Kita ini ibaratnya nakhoda kapal dan wakilnya, jadi harus lebih bisa bekerjasama agar laju kapal yang kita gerakkan ini bisa lebih terfokus dan terarah. Menuju satu titik, titik kepuasan, ridlo dan kasih sayang Alloh SWT.

Sebenernya dengan adanya tiga moment itu, tentunya sudah lebih dari cukup untuk menjadikannya sebagai sebuah ide dalam penulisan. Tapi, sekali lagi entahlah…aku laksana seorang pemanah yang kehilangan busurnya, jadi bingung sendiri…

🙂