Aku Tanpamu

Bukankah sudah kubilang
Jauh hari dahulu kala
Bahwa sabar itu niscaya

Sebagai seorang manusia biasa, kesabaran itu seperti nafas, yang tiap saat dibutuhkan, dan tak kan mungkin dilepaskan. Dengan sabar, kita bisa lebih mendalami arti kata takdir. Dengan sabar, kita bisa lebih bijak dalam meniti dan melangkah, mengambil sebuah keputusan, tidak grusa grusu. Itu kenapa kita butuh “sabar”.

Dulu pun sudah kubilang
Bahwa indah itu akan tiba
Jika waktunya sudah tepat

Pun apabila, sudah susah payah berusaha, namun jua, belum berjumpa dengan keindahan, maka bersabarlah. Karena semua akan indah pada waktunya. Hanya saja, jangan pula, dengan alasan itu lalu tidak melakukan usaha. Karena indah tidak akan dapat diraih tanpa usaha. Indah tidak akan pernah tertarik pada orang yang hanya bisa mengeluh dalam kediamannya, tanpa ada usaha sama sekali.

Lalu, dimana letak DIRIMU?

Dalam kebisingan hari, dalam kesunyian sepi, dalam terangnya matahari, dalam temaramnya suasana malam, dalam sejuknya embun pagi. Kucoba temukan DIRIMU dalam hatiku, dalam setiap hembusan nafasku, dalam setiap aliran darahku, dan dalam setiap apa yang ada padaku. Karena yang kutahu, AKU TANPAMU SEPERTI DEBU, TERBANG TANPA ARAH DAN TANPA MAKNA.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s