Cerita Tentang Conficker

Setelah berbulan-bulan berjibaku dengan conficker… 🙂 Setelah berkali-kali ganti antivirus dan juga pakai beberapa conficker remover… Akhirnya pilihan jatuh pada rebuilding system… iyah, format habis..totall..semua komputer di kantor…

Kenapa harus begitu?? Yah..terpaksa..sudah berbagai cara dan berbagai anti virus serta conficker remover digunakan, hasilnya nihil…

Lalu kenapa nggak dari dulu ajah?? Semua kan butuh pertimbangan..dan nggak asal ambil keputusan…ini susahnya kalo kerja di kantoran…harus banyak perhitungan… 😀

Intinya sih, conficker itu kalau sudah masuk ke jaringan komputer, harus dicari induknya sebelum dia menyebar, itu yang pertama. Yang kedua, anti virusnya harus selalu update. Dan yang ketiga, windowsnya juga diupdate. Khusus untuk conficker, jangan melakukan sharing computer dengan full access. Terlalu riskan, boleh full access tetapi minimal kasih pembatasan pada usernya. Dan tentu saja harus dengan password yang tidak mudah ditebak.

Atau kalau tidak mau ribet, gunakan ajah software-software semacam deepfreeze, untuk beberapa kasus, itu bisa sangat membantu. Tentunya dengan perhitungan yang tepat. Aku sendiri, untuk kantorku, aku belum mau pakai deepfreeze.

Semoga berguna.

Iklan

2 thoughts on “Cerita Tentang Conficker

    • Intinya sebenernya bukan pada pake’ linux atau pakai apa untuk menghapusnya…
      Kalau tidak salah, inti penyelesaian dari kasus conficker itu, matikan induknya, dan bersihkan janin-janinnya dari jaringan kita. Nanti ngapusnya bisa pakai apa saja…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s