Tuhan yang Maha Bijaksana

ah..aku terbaring dalam kebekuan hati
menangis, menjerit

aku kehilangan dikala kusapa engkau
saat kupalingkan muka, kutatap dosa
melirik kiri dan kanan, bergelut dengan kenistaan

seperti tak punya naluri

larut dalam terdalam
sepi menata hati
menangis, aku menangis

pada waktu yang sama

aku palingkan hati
menyusuri jalan jalan
dan masih seperti dulu
bersembunyi dibalik kealpaan

ah Tuhan, aku lupa kalau itu dosa

lebih nikmat kalau kuarungi saja
lebih indah kalau kujalani saja

bukankah Tuhan Maha Pengampun

dan Tuhan mengampuni semua kelupaan

aku tampar mukaku dengan tangan kanan
tapi, tangan kiriku melindungi
mengatakan, tidakkah engkau melihat bahwa dia lemah?

Iklan

4 thoughts on “Tuhan yang Maha Bijaksana

  1. Hi Abdul,

    mengapa harus brasa kesepian, Tuhan kan sahabat terbaik, selalu ada meski kita sering lupa…

    tak ada guna menangisi setiap langkah hidup, karena kalau terjatuh tandanya Tuhan sedang mengajarkan cara untuk bisa berdiri lebih tegak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s