Jalanan Macet dan Etika Masyarakat

Di awali dengan adanya keputusan dari Management; seperti tahun-tahun yang sudah-sudah; bahwa pada bulan puasa jam kantor berubah dari masuk jam 8:30 dan pulang jam 17:00 menjadi masuk jam 8:00 dan pulang jam 16:00. Dan semuanya pun harus berubah, kebiasaan pun harus diubah juga.

Biasanya, berangkat kerja jam 8:00 jalanan lengang; karena kebanyakan kantor di Indonesia (tepatnya Surabaya) masuk jam 8:00; sekarang berangkat kerja jam 7:30…

Hari pertama sudah berhadapan dengan jalanan ramai, ada yang sedikit agak ugal-ugalan (red: ngebut dan norak), ada yang teramat pelan…semuanya harus dihadapai dengan kesabaran…dan sampai di hari ini..masih sama…beberapa kali terperangkap macet…

Lalu apa hubungannya dengan topik di atas???

Saya ingin menyoroti beberapa kejadian saat perjalanan pulang. Macet luar biasa ketika jarak ke rumah hanya tinggal sekitar 3 kiloan saja…dan kemacetannya hanya sekitar 200-an meter saja…tapi untuk menempuh jarak itu bisa sampai 30 menitan bahkan lebih…Penyebabnya apa?? Etika masyarakat yang sudah luar biasa jeleknya…sudah tidak ada lagi budaya antri, sudah tidak ada lagi budaya sabar dan sudah tidak ada lagi budaya permisif..semua ingin lebih dulu sampai…semua ingin ada di depan…semua ingin jalan dan tidak perlu berhenti..kalau perlu tabrak saja semua..semua disuruh minggir saja…PARAH….

Coba kalau ada sedikit saja sabar, sedikit saja sifat permisif, pasti tidak ada kemacetan di jalanan yang sebenarnya tidak terlalu ramai ini…

Entah kapan…:(

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s