jump to navigation

untuk istriku Mei 19, 2008

Posted by abdulrf in Goresan Jiwa.
Tags: , , ,
1 comment so far

aku teringat wajah cantikmu
menghiasi seluruh ruang dalam hatiku
pada hari ini
kau sedang apa istriku?

tak kan habis kata yang kupunya
semua tuk lukiskan betapa indahnya dirimu

engkau bagai matahari
yang aku butuhkan tuk sinari jalanku
engkau bagai embun
yang menyejukkan kalbuku
engkau bagai telaga
yang kuminum airnya pelepas dahaga
engkaulah permata yang kupunya
pertanda betapa mulianya aku mendapat berkah sepertimu

Tuhan telah ciptakan engkau, sebagai pendampingku
ibu dari anak-anakku
dan telah juga engkau berikan itu

Tuhan telah ciptakan engkau, sebagai belahan jiwaku
penyemangat jiwaku
kala aku terjatuh

Tuhan telah ciptakan engkau, sebagai istriku
yang akan selalu mengingatkanku
dimanapun dan kapanpun

aku, selalu akan mencoba merangkai kata, menata asa, memberi cinta
UNTUKMU ISTRIKU

sore, di semarang (19-05-2008 16:14)

kesendirianku Mei 19, 2008

Posted by abdulrf in Goresan Pena.
Tags: ,
3 comments
bahkan ketika kutahu kamu bagaimana
bahkan ketika kumengerti kamu seperti apa
bahkan ketika kusadar sebagaimana adanya
masih saja gulir gulir ini mengalir
bulir bulir ini melaju
menyusur dasar dasar terdalam
pada palung hati yang terdasar
mengoyak ngoyak jeruji keimanan
dan pada akhirnya menjatuhkanku pada kenestapaan
aku merana
   padahal tak seharusnya kumerana

Cinta Semu… Nopember 9, 2007

Posted by abdulrf in Goresan Jiwa.
Tags: ,
add a comment

sepertinya cinta menyapa,
meski mungkin hanya terdengar dalam lubuk jiwa terdalam;
tapi itu sudah cukup membuatku gusar

aku mungkin terlena, oleh rasa dan perasaan
dalam diam ketenangan
hati meronta berontak
menyisir sisi-sisi yang beku
mencari pasti dalam kekakuan

senaif inikah rasa

semeskinya, sadar

tak seharusnya cinta melahirkan air mata
dari balik penjara hati ataupun kesenyapan jiwa

mungkin, hanya hendak memastikan hasrat
seperti telaga yang telah lama binasa
diterjang badai panjang kemarau tak berbatas
dan tak tahu kapan hujan akan menyapa
dan membasahi jiwa gersang yang lelah dalam penantian

aku ingin membawa ini kedalam mimpi
dan membungkusnya, lalu kubuang jauh-jauh
agar tetap hanya sekadar mimpi

Surabaya, 15 November 2006 1505