<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Only another side; untuk menyampaikan sesuatu...tidak lebih...</title>
	<atom:link href="http://abdulrf.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abdulrf.wordpress.com</link>
	<description>Hanya satu dari sekian cara untuk menyampaikan sesuatu...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Oct 2009 02:47:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Membaca &#8220;Ketika Cinta Bertasbih 1 &amp; 2&#8243; oleh rip</title>
		<link>http://abdulrf.wordpress.com/2008/05/19/membaca-ketika-cinta-bertasbih-1-2/#comment-224</link>
		<dc:creator>rip</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 02:47:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abdulrf.wordpress.com/?p=24#comment-224</guid>
		<description>KCB lebih realistis katimbang AAC... apalagi filmnya..AAC bintangnya artis terkenal jadi malah gak alami..KCB artis baru-baru jadi lebih terasa jiwa mudanya..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>KCB lebih realistis katimbang AAC&#8230; apalagi filmnya..AAC bintangnya artis terkenal jadi malah gak alami..KCB artis baru-baru jadi lebih terasa jiwa mudanya..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Gaya Hidup Atau &#8230;??? oleh musisi jalanan</title>
		<link>http://abdulrf.wordpress.com/2009/06/19/gaya-hidup-atau/#comment-223</link>
		<dc:creator>musisi jalanan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 15:30:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abdulrf.wordpress.com/2009/06/19/gaya-hidup-atau/#comment-223</guid>
		<description>please add me to your facebook

name:  musisi jalanan

email: pengamensuper2009@yahoo.co.id</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>please add me to your facebook</p>
<p>name:  musisi jalanan</p>
<p>email: <a href="mailto:pengamensuper2009@yahoo.co.id">pengamensuper2009@yahoo.co.id</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Gaya Hidup Atau &#8230;??? oleh pengamenluarbiasa</title>
		<link>http://abdulrf.wordpress.com/2009/06/19/gaya-hidup-atau/#comment-222</link>
		<dc:creator>pengamenluarbiasa</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 15:27:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abdulrf.wordpress.com/2009/06/19/gaya-hidup-atau/#comment-222</guid>
		<description>Ada hal menarik setiap kali saya menaiki kendaraan umum. Dan mungkin bagi anda yang sudah tidak asing lagi dengan metro mini, kopaja dan bus kota, pasti sudah sangat bersahabat dengan para pengamen jalanan. Ada satu hal yang sangat menarik untuk diperhatikan dari keseharian mereka. Apalagi jika bukan dendangan-dendangan sumbang dari mulut mereka.

Secara tidak sengaja, mereka telah sangat berperan membuat promosi gratis bagi para musisi tanah air baik yang sedang naik daun maupun yang sedang vakum. Disadari atau tidak para pengamen jalanan ini sudah membuat penjualan album-album penyanyi ternama membooming.

Jika bagi mereka para marketer tentu mereka tahu bahwa posisi ini sangat menguntungkan bagi sipenjual dalam hal ini adalah musisi dan tidak mengeluarkan cost sama sekali. Sayangnya, banyak dari para musisi tanah air seolah tak acuh dengan keadaan ini. Mereka tidak menaruh peduli sama sekali. Padahal promosi yang dilakukan oleh para pengamen jalanan ini jauh lebih besar frekuensinya dari pada iklan di stasiun televisi. Tanpa kita sadari suara-suara sumbang mereka telah membuat kita familiar dengan musik-musik yang baru launching ataupun tembang-tembang lawas. Dan hal inilah yang membuat kita tertarik dengan tembang-tembang yang akhirnya membuat kita membeli album mereka.
Miris memang jika kita ingin sedikit saja memperhatikan mereka para pengamen jalanan, tentu mereka berhak sedikit atas keuntungan rupiah yang didapat oleh para musisi. Atau paling tidak berterima kasihlah kepada mereka. Tentu tidak ada susahnya saat mendapatkan award, para musisi bisa mengucapkan sedikit rasa terima kasih mereka dengan menspesialkan ucapan terima kasih kepada para musisi jalanan. Atau mungkin karena memang terlalu sulit lisan ini berucap terima kasih kepada mereka yang lebih rendah kelas ekonominya? Ataukah mereka merasa malu untuk mengakui keikutsertaan para musisi jalan tersebut?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ada hal menarik setiap kali saya menaiki kendaraan umum. Dan mungkin bagi anda yang sudah tidak asing lagi dengan metro mini, kopaja dan bus kota, pasti sudah sangat bersahabat dengan para pengamen jalanan. Ada satu hal yang sangat menarik untuk diperhatikan dari keseharian mereka. Apalagi jika bukan dendangan-dendangan sumbang dari mulut mereka.</p>
<p>Secara tidak sengaja, mereka telah sangat berperan membuat promosi gratis bagi para musisi tanah air baik yang sedang naik daun maupun yang sedang vakum. Disadari atau tidak para pengamen jalanan ini sudah membuat penjualan album-album penyanyi ternama membooming.</p>
<p>Jika bagi mereka para marketer tentu mereka tahu bahwa posisi ini sangat menguntungkan bagi sipenjual dalam hal ini adalah musisi dan tidak mengeluarkan cost sama sekali. Sayangnya, banyak dari para musisi tanah air seolah tak acuh dengan keadaan ini. Mereka tidak menaruh peduli sama sekali. Padahal promosi yang dilakukan oleh para pengamen jalanan ini jauh lebih besar frekuensinya dari pada iklan di stasiun televisi. Tanpa kita sadari suara-suara sumbang mereka telah membuat kita familiar dengan musik-musik yang baru launching ataupun tembang-tembang lawas. Dan hal inilah yang membuat kita tertarik dengan tembang-tembang yang akhirnya membuat kita membeli album mereka.<br />
Miris memang jika kita ingin sedikit saja memperhatikan mereka para pengamen jalanan, tentu mereka berhak sedikit atas keuntungan rupiah yang didapat oleh para musisi. Atau paling tidak berterima kasihlah kepada mereka. Tentu tidak ada susahnya saat mendapatkan award, para musisi bisa mengucapkan sedikit rasa terima kasih mereka dengan menspesialkan ucapan terima kasih kepada para musisi jalanan. Atau mungkin karena memang terlalu sulit lisan ini berucap terima kasih kepada mereka yang lebih rendah kelas ekonominya? Ataukah mereka merasa malu untuk mengakui keikutsertaan para musisi jalan tersebut?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Gaya Hidup Atau &#8230;??? oleh pengamenluarbiasa</title>
		<link>http://abdulrf.wordpress.com/2009/06/19/gaya-hidup-atau/#comment-221</link>
		<dc:creator>pengamenluarbiasa</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 19:56:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abdulrf.wordpress.com/2009/06/19/gaya-hidup-atau/#comment-221</guid>
		<description>memang banyak cara lain untuk mencari sesuap nasi, saya sudah melakukannya berkali-kali, nyales jajan - dikhianati bos, jajan kadaluarsa di campur sama yang baru, konsumen masuk rumah sakit. privat bahasa inggris- baru dapat murid dikit, kredit baju- di kemplang, multilevel marketing - maju terus, meski bonus belum tinggi dan dilecehin sana sini, kerja pabrik- di PHK 3 kali karena kenaikan BBM- belum di panggil lagi, kerja di travel - bangkrut, bos nya korupsi, utang malah numpuk, maka turunlah ke jalan untuk hidup dan nutupi hutang akibat penipuan rekan kerja dan program pemerintah yang membuat saya keluar dari pabrik</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>memang banyak cara lain untuk mencari sesuap nasi, saya sudah melakukannya berkali-kali, nyales jajan &#8211; dikhianati bos, jajan kadaluarsa di campur sama yang baru, konsumen masuk rumah sakit. privat bahasa inggris- baru dapat murid dikit, kredit baju- di kemplang, multilevel marketing &#8211; maju terus, meski bonus belum tinggi dan dilecehin sana sini, kerja pabrik- di PHK 3 kali karena kenaikan BBM- belum di panggil lagi, kerja di travel &#8211; bangkrut, bos nya korupsi, utang malah numpuk, maka turunlah ke jalan untuk hidup dan nutupi hutang akibat penipuan rekan kerja dan program pemerintah yang membuat saya keluar dari pabrik</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Gaya Hidup Atau &#8230;??? oleh abdulrf</title>
		<link>http://abdulrf.wordpress.com/2009/06/19/gaya-hidup-atau/#comment-220</link>
		<dc:creator>abdulrf</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 02:51:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abdulrf.wordpress.com/2009/06/19/gaya-hidup-atau/#comment-220</guid>
		<description>Maaf sebelumnya, bukan bermaksud hendak memandang sebelah mata apalagi mengutuk. Kadang, ketika kita berada di kendaraan umum (biasanya bus kota) dari cara ngamen, dari cara bicara, dari cara menyampaikan pesan melalui tingkah laku; sedikit banyak kita bisa tahu lah ini ngamen yang beneran atau yang asal dapet duit dengan mudah...

Saya salut dengan anda, karena setidaknya anda sudah berusaha semaksimal mungkin, dan mungkin karena kondisi perekonomian di negara kita yang kaya raya ini memang belum memihak pada rakyat-rakyat kecil macam kita, jadinya agak susah cari kerja. Apalagi kalau tidak ada koneksi di suatu perusahaan, niscaya kita jadi sesuatu yang kalo dibutuhkan ya dipakai kalau tidak dibutuhkan yah dibuang.

Hanya saja, pernah nggak kita melihat begitu banyak kisah perjalanan hidup beberapa orang sukses di negeri ini? Ada loh banyak contohnya; ada yang dari pemulung kemudian bisa jadi bosnya pemulung; ada yang bisnis kecil-kecilan memanfaatkan limbah plastik yang tak terpakai, hingga akhirnya jadi bos untuk bisnisnya itu. Rata-rata yang saya dapat ambil pelajaran dari sana adalah, betapa jeli mereka melihat peluang yang kelihatannya remeh ini. Mereka pelajari apa yang bisa dilakukan dengan hal remeh ini, kemana harus berbelanja, bagaimana harus mengolah dan yang paling penting kemana harus memasarkannya. Ide yang bagus kan? Dan tentunya tidak perlu malu untuk mengikuti jejak mereka-mereka itu.

Yah sekali lagi, bukan bermaksud hendak memandang sebelah mata ataupun merendahkan pekerjaan ini, tapi secara budaya orang timur, saya rasa tidak ada salahnya kita mencoba cara lain untuk mencari sesuap nasi, itu pun kalau memang masih ada jalan atau kesempatan untuk kita, kalau memang sudah tertutup, itu artinya memang ini porsi untuk kita, tinggal bagaimana cara kita untuk memaksimalkannya.

Terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf sebelumnya, bukan bermaksud hendak memandang sebelah mata apalagi mengutuk. Kadang, ketika kita berada di kendaraan umum (biasanya bus kota) dari cara ngamen, dari cara bicara, dari cara menyampaikan pesan melalui tingkah laku; sedikit banyak kita bisa tahu lah ini ngamen yang beneran atau yang asal dapet duit dengan mudah&#8230;</p>
<p>Saya salut dengan anda, karena setidaknya anda sudah berusaha semaksimal mungkin, dan mungkin karena kondisi perekonomian di negara kita yang kaya raya ini memang belum memihak pada rakyat-rakyat kecil macam kita, jadinya agak susah cari kerja. Apalagi kalau tidak ada koneksi di suatu perusahaan, niscaya kita jadi sesuatu yang kalo dibutuhkan ya dipakai kalau tidak dibutuhkan yah dibuang.</p>
<p>Hanya saja, pernah nggak kita melihat begitu banyak kisah perjalanan hidup beberapa orang sukses di negeri ini? Ada loh banyak contohnya; ada yang dari pemulung kemudian bisa jadi bosnya pemulung; ada yang bisnis kecil-kecilan memanfaatkan limbah plastik yang tak terpakai, hingga akhirnya jadi bos untuk bisnisnya itu. Rata-rata yang saya dapat ambil pelajaran dari sana adalah, betapa jeli mereka melihat peluang yang kelihatannya remeh ini. Mereka pelajari apa yang bisa dilakukan dengan hal remeh ini, kemana harus berbelanja, bagaimana harus mengolah dan yang paling penting kemana harus memasarkannya. Ide yang bagus kan? Dan tentunya tidak perlu malu untuk mengikuti jejak mereka-mereka itu.</p>
<p>Yah sekali lagi, bukan bermaksud hendak memandang sebelah mata ataupun merendahkan pekerjaan ini, tapi secara budaya orang timur, saya rasa tidak ada salahnya kita mencoba cara lain untuk mencari sesuap nasi, itu pun kalau memang masih ada jalan atau kesempatan untuk kita, kalau memang sudah tertutup, itu artinya memang ini porsi untuk kita, tinggal bagaimana cara kita untuk memaksimalkannya.</p>
<p>Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Gaya Hidup Atau &#8230;??? oleh pengamenluarbiasa</title>
		<link>http://abdulrf.wordpress.com/2009/06/19/gaya-hidup-atau/#comment-219</link>
		<dc:creator>pengamenluarbiasa</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 05:13:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abdulrf.wordpress.com/2009/06/19/gaya-hidup-atau/#comment-219</guid>
		<description>jangan memandang sebelah mata pengamen,jangan mengutuk atau merendahkan pengamen,jangan membenci pengamen, karena akan ada pengamen di dalam keturunan anda,anak anda,cucu anda,cicit anda. ayah dan ibu saya sangat buenci pengamen,liat gitar aja eneg, sekarang saya jadi pengamen karena kualat,sejak 2004 sampe sekarang,sudah puluhan kali kerja di pabrik di PHK,bisnis MLM bangkrut smua,dagang ditipu orang, ngajar bahasa inggris cuma dapat murid satu- dua aja. baliknya ke pengamen lagi. tolong diingat seandainya uang kita cukup qt ga kan ngamen</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jangan memandang sebelah mata pengamen,jangan mengutuk atau merendahkan pengamen,jangan membenci pengamen, karena akan ada pengamen di dalam keturunan anda,anak anda,cucu anda,cicit anda. ayah dan ibu saya sangat buenci pengamen,liat gitar aja eneg, sekarang saya jadi pengamen karena kualat,sejak 2004 sampe sekarang,sudah puluhan kali kerja di pabrik di PHK,bisnis MLM bangkrut smua,dagang ditipu orang, ngajar bahasa inggris cuma dapat murid satu- dua aja. baliknya ke pengamen lagi. tolong diingat seandainya uang kita cukup qt ga kan ngamen</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Gaya Hidup Atau &#8230;??? oleh pengamenluarbiasa</title>
		<link>http://abdulrf.wordpress.com/2009/06/19/gaya-hidup-atau/#comment-218</link>
		<dc:creator>pengamenluarbiasa</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 05:04:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abdulrf.wordpress.com/2009/06/19/gaya-hidup-atau/#comment-218</guid>
		<description>tidak semua pemuda mau ngamen, saya contohnya ngamen karena terpaksa, jam 5 pagi saya berangkat jualan jajan dari toko ke toko pulang ashar,stelah itu langsung berangkat lagi, ngajar les bahasa inggris,pulang magrib,stelah itu habis magrib ngajar lagi sampe stengah sembilan malam, langsung ke rumah teman nawarin bisnis dan jualan produk MLM sampe jam 12 malam baru pulang,sampai dirumah uang hasil penjualan jajan cuma cukup buat makan,les blum gajian,bonus MLM blum turun, masih bulan depan,tapi susu anak sudah habis, jadi besok pagi harus ngamen</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tidak semua pemuda mau ngamen, saya contohnya ngamen karena terpaksa, jam 5 pagi saya berangkat jualan jajan dari toko ke toko pulang ashar,stelah itu langsung berangkat lagi, ngajar les bahasa inggris,pulang magrib,stelah itu habis magrib ngajar lagi sampe stengah sembilan malam, langsung ke rumah teman nawarin bisnis dan jualan produk MLM sampe jam 12 malam baru pulang,sampai dirumah uang hasil penjualan jajan cuma cukup buat makan,les blum gajian,bonus MLM blum turun, masih bulan depan,tapi susu anak sudah habis, jadi besok pagi harus ngamen</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Lelaki Tangguh oleh aachsan</title>
		<link>http://abdulrf.wordpress.com/2009/06/03/lelaki-tangguh/#comment-217</link>
		<dc:creator>aachsan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2009 15:36:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abdulrf.wordpress.com/2009/06/03/lelaki-tangguh/#comment-217</guid>
		<description>dan 
lihatlah gunung
laut
bumi
tiada yang seangkuh manusia</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dan<br />
lihatlah gunung<br />
laut<br />
bumi<br />
tiada yang seangkuh manusia</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di &#8220;Surat Untuk Selingkuhanku&#8221; oleh Kris iyan</title>
		<link>http://abdulrf.wordpress.com/2007/11/09/surat-untuk-selingkuhanku/#comment-216</link>
		<dc:creator>Kris iyan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2009 10:33:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abdulrf.wordpress.com/2007/11/09/surat-untuk-selingkuhanku/#comment-216</guid>
		<description>Wah ak ngerti, kt2nya sulit dipahami musti dipikir, hehe...              Sorry cuma becanda kok</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah ak ngerti, kt2nya sulit dipahami musti dipikir, hehe&#8230;              Sorry cuma becanda kok</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tentang Diriku oleh rudy bonek</title>
		<link>http://abdulrf.wordpress.com/about/#comment-215</link>
		<dc:creator>rudy bonek</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 06:44:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-215</guid>
		<description>sik pancet ae seperti dulu........puitis thokk....banyak cewek takluk karena puisimu...mantab bro !! lanjutkan perjuanganmu man..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sik pancet ae seperti dulu&#8230;&#8230;..puitis thokk&#8230;.banyak cewek takluk karena puisimu&#8230;mantab bro !! lanjutkan perjuanganmu man..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
