Lelaki Ini Mei 15, 2009
Posted by abdulrf in Goresan Jiwa, Goresan Pena.Tags: kesendirian, lelaki ini, puisi
add a comment
Lelaki ini terjatuh
Dalam rasa yang begitu dalam
Hingga membuatnya dalam kebimbangan rasa
Lelaki ini terjatuh dan lunglai
Lelaki ini hendak menangis
Seperti seorang bayi mencari tetek ibunya
Dahaga yang tak terkira
Lelaki ini butuh kehadirannya
Lelaki ini sedang gundah
Menyadari dirinya dalam kehampaan
Meski begitu banyak jalan
Lelaki ini sadar itu tak semeskinya
Lelaki ini dalam kebingungan hati
Antara hasrat dan norma
Mungkin sekedar dogma ataukah cinta
Lelaki ini tak mampu sembuyikan rasa
Dan lelaki ini…menanti keputusannya……
Mei 15, 2009, Jum’at — Ba’da Jum’at
Biarkan Egoku Mei 2, 2009
Posted by abdulrf in Goresan Jiwa, Goresan Pena.Tags: kesendirian, puisi
1 comment so far
Biarkan egoku sejenak
Melayang terbang keangkasa
Tanpa halangan
Biarkan keliaranku sejenak
Menyeruak, menyibak, menghapus semua pemisah jarak
Menggeliatkan keakuanku
Menunjukkan aku di atas keangkuhanku
Biarkan aku sejenak
Dengan semua dunia tanpa kearifan dan prasangka
Menjadi aku yang mungkin memang aku
Bahkan biarpun itu hanya sekedar angan liarku
Mungkin Bukan Aku Mei 1, 2009
Posted by abdulrf in Goresan Jiwa, Goresan Pena.Tags: kesendirian, puisi
3 comments
Tak seharusnya engkau berlalu
bahkan ketika sama-sama sadar bukan kita
dan mungkin selamanya bukan
Meski pernah berpaling
toh akhirnya tersadar juga
tak semeskinya dibagi
karena memang tak kan bisa dibagi
Mungkin saja memang bukan aku
atau dia
atau…entah siapa lagi
biar saja beku
tak perlu dicairkan
Karena aku tetap disini
dan tak akan beranjak pergi
Aku Dan Kamu April 18, 2009
Posted by abdulrf in Goresan Jiwa, Goresan Pena.Tags: aku dan kamu, hidup, puisi
2 comments
Tahukah kamu bahwa aku selalu berusaha ada untuk kamu? Setiap saat dan setiap waktu. Bahkan ketika tak ada dekat disisimu, tetap kucoba hadirkan, meski sekedar bayangmu saja?
Bahkan, aku coba kejar matahari, untuk kupinjam cahayanya, agar kamu tahu bahwa aku ada, untuk kamu!
Tahukah bahwa malam-malam yang kulewati, saat tak ada sesiapapun disisiku, tetap kupercaya, bahwa disana demikian juga adanya. Dan kuyakini begitulah sesungguhnya.
Tahukah bahwasannya dalam keyakinanku, kusimpan bahwa tak ada yang lain dihatimu, hanya aku. Sungguh hanya aku. Sedikitpun tak ada ragu.
Malam ini dan malam-malam sebelumnya, berjalan begitu saja, entah sadar atau tidak, tapi umur kita semakin bertambah, begitu juga umur perjalanan kita. Ibarat seorang anak, kita sudah melewati masa-masa merangkak, dan sudah saatnya belajar berdiri, berjalan, kemudian berlari. Ingat, berdiri dulu lalu berjalan dan kemudian baru bisa berlari. Sudahkah kamu sadari itu? Kita sudah bukan anak kecil lagi, yang baru bisa merangkak!
Bahwa sesungguhnya hidup harus terus berjalan, itu adalah keyakinan sejak dari dulu, ada dalam hatiku, dan kuyakinkan itu, ada juga dihatimu. Untuk itu, mari merancang jalan, untuk dilalui bersama, menjadikan semuanya lebih indah, dengan Ridlo Allah SWT. Kuyakin hidup kita memang indah, dan akan selalu indah, bahagia bersama.
Istriku, Wanita dan Ibu Yang Hebat Desember 22, 2008
Posted by abdulrf in Goresan Jiwa.Tags: cinta, ibu, istri
add a comment
Pada hari ibu ini, setidaknya ini adalah momen yang tepat untuk mengucapkan, terima kasih istriku. Benar-benar istri hebat yang mampu membaca setiap keluh kesah baik terucap maupun tersirat dari suamimu ini.
Benar-benar ibu yang hebat buat anak kita yang masih kecil ini, disaat manja atau dikondisi bagaimanapun.
Kala engkau kesal, tak terucap amarah dari bibirmu.
Kala engkau lelah, tak terdengar keluhmu.
Kala engkau bersedih, tetap kau buat kami tersenyum.
Lalu, balasan macam apa yang bisa kami berikan kepadamu? Setidaknya untuk saat ini? Apa sudah cukup yang kami berikan? Selama ini?
Tidak !!!
Aku, suamimu ini akan terus berusaha dan berupaya untuk bisa membuatmu lebih dan lebih berbahagia, selamanya…
untuk istriku Mei 19, 2008
Posted by abdulrf in Goresan Jiwa.Tags: cinta, istri, puisi, romantis
1 comment so far
aku teringat wajah cantikmu
menghiasi seluruh ruang dalam hatiku
pada hari ini
kau sedang apa istriku?
tak kan habis kata yang kupunya
semua tuk lukiskan betapa indahnya dirimu
engkau bagai matahari
yang aku butuhkan tuk sinari jalanku
engkau bagai embun
yang menyejukkan kalbuku
engkau bagai telaga
yang kuminum airnya pelepas dahaga
engkaulah permata yang kupunya
pertanda betapa mulianya aku mendapat berkah sepertimu
Tuhan telah ciptakan engkau, sebagai pendampingku
ibu dari anak-anakku
dan telah juga engkau berikan itu
Tuhan telah ciptakan engkau, sebagai belahan jiwaku
penyemangat jiwaku
kala aku terjatuh
Tuhan telah ciptakan engkau, sebagai istriku
yang akan selalu mengingatkanku
dimanapun dan kapanpun
aku, selalu akan mencoba merangkai kata, menata asa, memberi cinta
UNTUKMU ISTRIKU
sore, di semarang (19-05-2008 16:14)
Beri aku kertas dan pena Desember 6, 2007
Posted by abdulrf in Goresan Jiwa.1 comment so far
Beri aku secarik kertas dan sebilah pena dengan tinta emas; akan kutulis namaku dan namamu disana; agar menjadi contoh bagi generasi mendatang; tentang cinta dan kasih sayang; bahwasannya cinta bukan sekedar rasa ingin memiliki dan atau mencicipi…
“Surat Untuk Selingkuhanku” November 9, 2007
Posted by abdulrf in Goresan Jiwa.3 comments
sepertinya selingkuhanku, akan tersenyum…
sli;
tubuhku ini dingin, mungkin gara-gara ac di ruangan yang semakin menyiksa tubuhku yang sudah tidak terlalu kokoh lagi ini
tapi, demi yang lain, biarkan saja seperti itu
sli;
bagaimana kabar perasaanmu hari ini?
masih tetap samakah?
atau sudah ada yang berubah?
coba lihat, sli;
sinar di matamu
atau yang ada di hatimu
tengoklah ke dalam, biar hanya sesaat
bisakah, engkau bacakan itu untukku, sli;
tentunya, dengan jujur
biar bisa jadi pegangan untuk tentukan langkah ke depan
tanpa ragu, tentunya, sli;
karena hidup akan terlalu sia-sia kalau diawali dengan
keraguan
kedustaan
kemunafikan
bukankah hidup itu indah?
mungkin kita memang tidak harus bersatu, sli;
bukan karena apa-apa,
toh kebahagiaan bisa dirasakan
dengan mensyukuri apa yang sudah kita punya
karena mungkin apa yang ada nun jauh disana
memiliki arti yang berbeda
bukankah begitu juga arti hadirmu di dunia
bagaimana mengartikan sebuah rasa
bila juga tak ada pembatas
sli;
kamu baik-baik saja kan?
tidak ada kealpaan yang harus dipertahankan
seperti juga rembulan tidak perlu menangis hanya karena matahari jauh darinya,
toh sisi lain dunia masih bisa dia sinari
hal yang sama di saat kita menyadari apa arti kehadiran
mungkin terlalu banyak sisi roman yang tertanam
tapi, sadarkah bahwa itu bukan sebuah realiti
kenyataan, bahwa memang semua sudah meski berlaku
kuharap, kita mengerti akan arah hidup kita
Jumat, 9 Juni 2006, 11:30 WIB
Tentang Kamu Sahabat November 9, 2007
Posted by abdulrf in Goresan Jiwa.add a comment
Sepertinya,..
masa lalumu kelam
sepertinya, pernah ada duka menyapa
terkadang, dari balik mata yang terkerjap
terlintas tatapan diiringi duka
hendakkah engkau menangis?
mungkin kesal mungkin lelah
menapak langkah
satu demi satu
masih saja terasa jauh
padahal sudah berhela jalan engkau lalui
sepatutnya engkau cari sebilah kayu
jadikan tonggak, anggap tongkat
agar jalan bisa lebih cepat
menggapai tujuan yang engkau inginkan
sepatutnya itu, jika memang ada
Feb, 23 – 2007, 15:30
Cinta Semu… November 9, 2007
Posted by abdulrf in Goresan Jiwa.Tags: cinta, cinta semu
add a comment
sepertinya cinta menyapa,
meski mungkin hanya terdengar dalam lubuk jiwa terdalam;
tapi itu sudah cukup membuatku gusar
aku mungkin terlena, oleh rasa dan perasaan
dalam diam ketenangan
hati meronta berontak
menyisir sisi-sisi yang beku
mencari pasti dalam kekakuan
senaif inikah rasa
semeskinya, sadar
tak seharusnya cinta melahirkan air mata
dari balik penjara hati ataupun kesenyapan jiwa
mungkin, hanya hendak memastikan hasrat
seperti telaga yang telah lama binasa
diterjang badai panjang kemarau tak berbatas
dan tak tahu kapan hujan akan menyapa
dan membasahi jiwa gersang yang lelah dalam penantian
aku ingin membawa ini kedalam mimpi
dan membungkusnya, lalu kubuang jauh-jauh
agar tetap hanya sekadar mimpi
Surabaya, 15 November 2006 1505









