jump to navigation

Gaya Hidup Atau …??? Juni 19, 2009

Posted by abdulrf in Goresan Pena, Realita.
Tags: , , ,
7 comments

Dari awal rencana ke Madiun emang sengaja hendak memilih bus antar kota sebagai media transportasinya, karena satu dan lain hal.

Sambil menikmati pemandangan disepanjang jalan yang cukup panjang dan melelahkan, toh sesekali masih bisa memejamkan mata. Lumayan untuk sedikit melepas lelah. Untung busnya nggak penuh, jadi nggak harus berdesak-desakan dan uyel-uyelan kayak di tivi.

Pengamen Ada yang menarik perhatianku, dari awal keberangkatan bus sampai sejauh ini, hampir-hampir nggak pernah berhenti pengamen, turun satu naik satu, selalu begitu. Dari anak-anak, remaja sampai orang tua pun ikutan ngamen. Ah jadi kepikiran, apa ini cara mudah untuk mendapatkan uang? Apa ini karena memang tidak mau bersusah payah? Ataukah kondisi yang memaksa? Karena sudah tidak memiliki cara lain untuk bisa mendapatkan sekedar sesuap nasi? Biaya hidup keluarga dan biaya sekolah anak-anak? Sudah tidak ada lagi lapangan pekerjaan buat mereka? Sudah tidak ada lagi kesempatan kerja buat mereka? Sudah tidak ada lagi ide-ide kreatif buat mereka? Atau apa?

Mungkin untuk orang-orang yang sudah lanjut usia, masih bisa dimaklumi, karena kebutuhan yang harus dipenuhi sementara lapangan kerja tidak mungkin mereka dapatkan, ditambah, tidak ada lagi daya dan upaya yang bisa dilakukan, mau tidak mau, ngamen bisa menjadi salah satu alternatif daripada meminta-minta (baca: mengemis). Tapi untuk anak muda? (bukan hendak menyudutkan atau menghalang-halangi hobi/kesenangan) Bukankah otot mereka masih cukup kekar untuk mengangkat barang? Bukankah tubuhnya masih bisa digunakan untuk mengasah parang? (ini cuman perumpamaan, bukan untuk niatan perang) Bukankah otaknya masih bisa digunakan untuk berkreasi? (tentunya dengan catatan bukan otak udang) Haruskah ngamen menjadi pilihan untuk mendapatkan sesuap nasi?

Bukan bermaksud mempermasalahkan istilah/pekerjaan ngamen, akan tetapi coba lihat kultur dan budaya di negeri ini, untuk kata ngamen itu seberapa besar tingkatan/strata dalam masyarakat kita? Mungkin gampangannya, seorang anak perempuan, secara orang tua, ketika dilamar seorang businessman muda dan seorang pengamen, kira-kira lamaran siapa yang akan dipilih?

Note:
Maafkan jika ada salah kata, dan mohon pembenarannya.

A Tribute To Mbah Ti (Almh) Juni 11, 2009

Posted by abdulrf in Goresan Pena, Realita.
Tags: , , ,
add a comment

Mbah Ti(alm) Lagi Duduk

Beliau meninggal dunia pada hari Senin tanggal 8 Juni 2009, sebenarnya kalau menurut hitungan tanggal Masehi di Indonesia, meskinya Minggu 7 Juni 2009 pukul 18:00.

Mbah Ti (biasanya kami memanggil begitu) adalah nenek dari istriku. Beliau sangat sayang sama istriku dan apalagi sama anakku…terakhir, waktu beliau masih sakit dan dirawat di rumah sakit, beliau masih menyempatkan guyonan dengan anakku.

Mbah Ti, pertama kali tahu panggilan itu juga dari istriku. Tadinya aku pikir Ti itu kependekan dari nama beliau, ternyata bukan, Mbah Ti itu kependekan dari Mbah Putri, hehehe

PadaMu Ya Illahi kami memohon
Ampunan atas segala khilaf dan salah
Nenek kami tercinta
Yang telah Engkau panggil menghadap

Terimalah ia disisiMu Ya Illahi
Dengan segala kasih sayangMu
Berikanlah tempat yang indah untuknya
Di syurgaMu yang kekal dan abadi

Jujur, meski kami sudah mempersiapkan hati kami untuk menghadapi kenyataan seperti ini, tapi demi mendengar kabar bahwa beliau meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit (meninggalnya di rumah), kami shock…terkejut…dan benar-benar merasa kehilangan…

Engkau laksana tembok kokoh
tempat kami menyandarkan keluh kesah

Engkau laksana cawan maha luas
tempat kami mencurahkan gundah

Yah, beliau meninggal dunia, di usianya yang memang sudah sangat udzur..

Kami semua menangis meski saat yang sama kami lihat wajahmu yang hampir tidak menyiratkan rasa sakit, wajah yang teduh…

Terakhir, kami ucapkan selamat jalan Mbah Ti, semoga amal ibdahmu di terima di sisiNya dan segala salah, khilaf dan dosamu diampuniNya, sehingga engkau mendapatkan tempat yang layak di Syurga.

Berdiri WithHawa

Lelaki Tangguh Juni 3, 2009

Posted by abdulrf in Goresan Pena.
Tags: ,
1 comment so far

Buka saja bajuku
Tapi jangan kau raba hatiku
Dan kau pun akan tahu
Betapa tangguhnya aku

Cerita Tentang Conficker Juni 1, 2009

Posted by abdulrf in Komputer and Me, Realita.
Tags:
2 comments

Setelah berbulan-bulan berjibaku dengan conficker:) Setelah berkali-kali ganti antivirus dan juga pakai beberapa conficker remover… Akhirnya pilihan jatuh pada rebuilding system… iyah, format habis..totall..semua komputer di kantor…

Kenapa harus begitu?? Yah..terpaksa..sudah berbagai cara dan berbagai anti virus serta conficker remover digunakan, hasilnya nihil…

Lalu kenapa nggak dari dulu ajah?? Semua kan butuh pertimbangan..dan nggak asal ambil keputusan…ini susahnya kalo kerja di kantoran…harus banyak perhitungan… :D

Intinya sih, conficker itu kalau sudah masuk ke jaringan komputer, harus dicari induknya sebelum dia menyebar, itu yang pertama. Yang kedua, anti virusnya harus selalu update. Dan yang ketiga, windowsnya juga diupdate. Khusus untuk conficker, jangan melakukan sharing computer dengan full access. Terlalu riskan, boleh full access tetapi minimal kasih pembatasan pada usernya. Dan tentu saja harus dengan password yang tidak mudah ditebak.

Atau kalau tidak mau ribet, gunakan ajah software-software semacam deepfreeze, untuk beberapa kasus, itu bisa sangat membantu. Tentunya dengan perhitungan yang tepat. Aku sendiri, untuk kantorku, aku belum mau pakai deepfreeze.

Semoga berguna.