1

Bikin Email Address dan Berburu Gambar Asik, My First Online experience

Internet yah?
Barang apaan sih itu?
Atau makanan?
Enak nggak?

Hehe, itu dulu waktu masih SMA, dan taunya tentang internet juga gara-gara saban hari Sabtu Jawapos pasti mengulasnya. Tahun ajaran 1997/1998 sebelum internet membumi di hampir seluruh wilayah nusantara. Dasarnya suka tertarik ama hal-hal baru, akhirnya semua informasi yang berhubungan dengan internet kusadur ulang ke dalam buku saktiku. Termasuk url-url yang ditampilkan disana (meski sebenernya dan sebener-benernya nggak ngeh ama yang dimaksud dengan url :) )

Untungnya, semester kedua di PIKTI-ITS ada materi internet yang ditunjang dengan keberadaan lab komputer & internet, dan untungnya, satu orang satu komputer. Untuk ukuran tahun 1998 tentu itu sudah sangat bagus.

Teringat akan catatan-catatan yang sudah aku kumpulkan, kubuka, dan woilaaa…ternyata gak ada ruginya aku bikin catatan itu. Aku masih ingat situs pertama yang aku buka, hotmail, hehe..bisa pamer ke temen-temen neh… :), tapi nggak ngeh ini situs mau diapain… lah email juga kagak ngerti barang macam apa itu… (ceile..ternyata o’on yah dulunya…hihihi).

Hari demi hari kulalui dengan hati berbunga-bunga sehabis kenalan ama internet, materi pun diberikan dan diajarkan. Search engine menjadi temen setia menemani hari-hari, mencari contoh-contoh script VB, dan lain-lain. Akhirnya demi menyelamatkan moral anak bangsa, generasi penerus, ditulis dan diumumkan dengan jelas dan seksama, bahwasannya dilarang membuka situs p*rn*. Hebat deh sekolahan ini…

Salah, justru dengan begitu aku malah penasaran, kayak apa sih situs p*rn* itu? hehe..Entah sebuah petunjuk atau sebuah awal jaman kesesatan, waktu nulis hotmail terjadi salah ketik menjadi hotline dan..woila…ruaarrrr biasaaaa….cantiiikkk…dan hihihihi… Eh malah gemeteran..dasar amatiran…

internet-distractionsTapi itu dulu, sekali lagi itu dulu…sekarang ini aku kan dah jadi orang baik-baik, rendah hati dan tidak sombong… ;))

Kebetulan juga, dari sebuah hobby berubah menjadi sebuah pekerjaan. Dari awal kerja sampai sekarang gak jauh-jauh dari yang namanya komputer dan internet. Lebih parahnya lagi, masih sempet-sempetnya nyari duit lewat internet. Blog review, design web/blog, dan lain-lain. Ikutan jualan domain, hosting, apa ajah deh yang penting halal. Siapa tahu juga dengan menulis ini bisa dapat rejeki, dapet netbook dari blogdetik.. :)

Hidup internet, hidup blogger.

0

Masih Tanpa Judul

Bahkan, hampir-hampir tidak ada ide untuk menulis. Padahal 3 hari ini ada moment-moment yang sangat mungkin untuk bisa dijadikan bahan penulisan.

Iyah, sejak mengalami tragedi yang memilukan, berupa pagerank yang tiba-tiba hancur tidak berbekas, sepertinya keinginan untuk menulis tiba-tiba saja lenyap. Meski sadar ini sesuatu yang salah, karena menulis adalah sebuah luapan jiwa, penyampaian hasrat dan kehendak, bukan hanya sekedar upaya untuk mencari ketenaran atau segenggam dolar; tapi entahlah, tiba-tiba saja hasrat itu lenyap, diiringi dengan kebencian mendalam pada google yang telah menghapus pagerank-ku. Bahkan kemudian berkoar-koar, ah bing masih jauh lebih baik dari google. Hehe…meski tetap terpikir juga, sekuat apapun microsoft melakukan usaha untuk menyaingi google, tetap saja, merubah pandangan orang banyak tentang search engine yang terbaik, itu susah. Dimana-mana, kalau nyari sesuatu yah google, nyari apapun tinggal googling, atau serahkan saja pada mbah google.

Sebenarnya, ada apa sih moment istimewa di tiga hari ini?

Foto(659) 1. 14 Juli 2009, tepatnya hari Selasa. Hari pertama anakku masuk sekolah. Iyah, dia sudah besar. Sudah 3 tahun, dan sudah minta disekolahkan. Anakku sekolah di Pra TK Insan Mulia. Waktu dengar cerita dari bunda nya bahwa, adek Hawa sangat senang di sekolah, aku juga ikut senang. Adek di sekolah tidak nangis, padahal banyak anak-anak yang lebih besar nangis nyari orang tuanya. Adek juga mau dan bisa ketika disuruh nyanyi, iyah nyanyi bintang kecil. Ah jadi bangga jadi bapaknya. :) Bangga punya anak yang pintar… :)

 

2. 15 Juli 2009, anakku ulang tahun. Usianya 3 tahun. Manis, cantik, paling manja sama ayahnya. Paling takut kalau bunda atau ayahnya marah, meski kalau dah marah gitu dia sampai janji-janji sambil nangis, iyah adek hawa nggak boleh nakal, nggak boleh mbangkong (bangun siang). Hehe..semoga menjadi anak yang sholihah, bisa menjadi kebanggaan Ayah dan Bunda kelak dihadapan Alloh SWT waktu hari penghitungan. Bisa menjadi permata yang cantik luar biasa, luar dan dalam, dengan akhlakul karimah. Menjadi wanita yang didambakan oleh syurga. Amien ya robbal alamien.

3. 16 Juli 2009, ulang tahun pernikahanku yang ke-empat. Semoga Alloh SWT selalu memberikan rahmatnya pada kita sekeluarga yah sayang. Semakin bisa memahami makna pernikahan, luar dan dalam. Sehingga bisa lebih memahami makna dari keluarga sakinah, keluarga yang selalu mendapatkan mawaddah dan rohmah. Kita ini ibaratnya nakhoda kapal dan wakilnya, jadi harus lebih bisa bekerjasama agar laju kapal yang kita gerakkan ini bisa lebih terfokus dan terarah. Menuju satu titik, titik kepuasan, ridlo dan kasih sayang Alloh SWT.

Sebenernya dengan adanya tiga moment itu, tentunya sudah lebih dari cukup untuk menjadikannya sebagai sebuah ide dalam penulisan. Tapi, sekali lagi entahlah…aku laksana seorang pemanah yang kehilangan busurnya, jadi bingung sendiri…

:)

7

Gaya Hidup Atau …???

Dari awal rencana ke Madiun emang sengaja hendak memilih bus antar kota sebagai media transportasinya, karena satu dan lain hal.

Sambil menikmati pemandangan disepanjang jalan yang cukup panjang dan melelahkan, toh sesekali masih bisa memejamkan mata. Lumayan untuk sedikit melepas lelah. Untung busnya nggak penuh, jadi nggak harus berdesak-desakan dan uyel-uyelan kayak di tivi.

Pengamen Ada yang menarik perhatianku, dari awal keberangkatan bus sampai sejauh ini, hampir-hampir nggak pernah berhenti pengamen, turun satu naik satu, selalu begitu. Dari anak-anak, remaja sampai orang tua pun ikutan ngamen. Ah jadi kepikiran, apa ini cara mudah untuk mendapatkan uang? Apa ini karena memang tidak mau bersusah payah? Ataukah kondisi yang memaksa? Karena sudah tidak memiliki cara lain untuk bisa mendapatkan sekedar sesuap nasi? Biaya hidup keluarga dan biaya sekolah anak-anak? Sudah tidak ada lagi lapangan pekerjaan buat mereka? Sudah tidak ada lagi kesempatan kerja buat mereka? Sudah tidak ada lagi ide-ide kreatif buat mereka? Atau apa?

Mungkin untuk orang-orang yang sudah lanjut usia, masih bisa dimaklumi, karena kebutuhan yang harus dipenuhi sementara lapangan kerja tidak mungkin mereka dapatkan, ditambah, tidak ada lagi daya dan upaya yang bisa dilakukan, mau tidak mau, ngamen bisa menjadi salah satu alternatif daripada meminta-minta (baca: mengemis). Tapi untuk anak muda? (bukan hendak menyudutkan atau menghalang-halangi hobi/kesenangan) Bukankah otot mereka masih cukup kekar untuk mengangkat barang? Bukankah tubuhnya masih bisa digunakan untuk mengasah parang? (ini cuman perumpamaan, bukan untuk niatan perang) Bukankah otaknya masih bisa digunakan untuk berkreasi? (tentunya dengan catatan bukan otak udang) Haruskah ngamen menjadi pilihan untuk mendapatkan sesuap nasi?

Bukan bermaksud mempermasalahkan istilah/pekerjaan ngamen, akan tetapi coba lihat kultur dan budaya di negeri ini, untuk kata ngamen itu seberapa besar tingkatan/strata dalam masyarakat kita? Mungkin gampangannya, seorang anak perempuan, secara orang tua, ketika dilamar seorang businessman muda dan seorang pengamen, kira-kira lamaran siapa yang akan dipilih?

Note:
Maafkan jika ada salah kata, dan mohon pembenarannya.

0

A Tribute To Mbah Ti (Almh)

Mbah Ti(alm) Lagi Duduk

Beliau meninggal dunia pada hari Senin tanggal 8 Juni 2009, sebenarnya kalau menurut hitungan tanggal Masehi di Indonesia, meskinya Minggu 7 Juni 2009 pukul 18:00.

Mbah Ti (biasanya kami memanggil begitu) adalah nenek dari istriku. Beliau sangat sayang sama istriku dan apalagi sama anakku…terakhir, waktu beliau masih sakit dan dirawat di rumah sakit, beliau masih menyempatkan guyonan dengan anakku.

Mbah Ti, pertama kali tahu panggilan itu juga dari istriku. Tadinya aku pikir Ti itu kependekan dari nama beliau, ternyata bukan, Mbah Ti itu kependekan dari Mbah Putri, hehehe

PadaMu Ya Illahi kami memohon
Ampunan atas segala khilaf dan salah
Nenek kami tercinta
Yang telah Engkau panggil menghadap

Terimalah ia disisiMu Ya Illahi
Dengan segala kasih sayangMu
Berikanlah tempat yang indah untuknya
Di syurgaMu yang kekal dan abadi

Jujur, meski kami sudah mempersiapkan hati kami untuk menghadapi kenyataan seperti ini, tapi demi mendengar kabar bahwa beliau meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit (meninggalnya di rumah), kami shock…terkejut…dan benar-benar merasa kehilangan…

Engkau laksana tembok kokoh
tempat kami menyandarkan keluh kesah

Engkau laksana cawan maha luas
tempat kami mencurahkan gundah

Yah, beliau meninggal dunia, di usianya yang memang sudah sangat udzur..

Kami semua menangis meski saat yang sama kami lihat wajahmu yang hampir tidak menyiratkan rasa sakit, wajah yang teduh…

Terakhir, kami ucapkan selamat jalan Mbah Ti, semoga amal ibdahmu di terima di sisiNya dan segala salah, khilaf dan dosamu diampuniNya, sehingga engkau mendapatkan tempat yang layak di Syurga.

Berdiri WithHawa

2

Cerita Tentang Conficker

Setelah berbulan-bulan berjibaku dengan conficker:) Setelah berkali-kali ganti antivirus dan juga pakai beberapa conficker remover… Akhirnya pilihan jatuh pada rebuilding system… iyah, format habis..totall..semua komputer di kantor…

Kenapa harus begitu?? Yah..terpaksa..sudah berbagai cara dan berbagai anti virus serta conficker remover digunakan, hasilnya nihil…

Lalu kenapa nggak dari dulu ajah?? Semua kan butuh pertimbangan..dan nggak asal ambil keputusan…ini susahnya kalo kerja di kantoran…harus banyak perhitungan… :D

Intinya sih, conficker itu kalau sudah masuk ke jaringan komputer, harus dicari induknya sebelum dia menyebar, itu yang pertama. Yang kedua, anti virusnya harus selalu update. Dan yang ketiga, windowsnya juga diupdate. Khusus untuk conficker, jangan melakukan sharing computer dengan full access. Terlalu riskan, boleh full access tetapi minimal kasih pembatasan pada usernya. Dan tentu saja harus dengan password yang tidak mudah ditebak.

Atau kalau tidak mau ribet, gunakan ajah software-software semacam deepfreeze, untuk beberapa kasus, itu bisa sangat membantu. Tentunya dengan perhitungan yang tepat. Aku sendiri, untuk kantorku, aku belum mau pakai deepfreeze.

Semoga berguna.

0

Lelaki Ini

Lelaki ini terjatuh
Dalam rasa yang begitu dalam
Hingga membuatnya dalam kebimbangan rasa
Lelaki ini terjatuh dan lunglai

Lelaki ini hendak menangis
Seperti seorang bayi mencari tetek ibunya
Dahaga yang tak terkira
Lelaki ini butuh kehadirannya

Lelaki ini sedang gundah
Menyadari dirinya dalam kehampaan
Meski begitu banyak jalan
Lelaki ini sadar itu tak semeskinya

Lelaki ini dalam kebingungan hati
Antara hasrat dan norma
Mungkin sekedar dogma ataukah cinta
Lelaki ini tak mampu sembuyikan rasa

Dan lelaki ini…menanti keputusannya……

Mei 15, 2009, Jum’at — Ba’da Jum’at

1

Biarkan Egoku

Biarkan egoku sejenak
Melayang terbang keangkasa
Tanpa halangan

Biarkan keliaranku sejenak
Menyeruak, menyibak, menghapus semua pemisah jarak
Menggeliatkan keakuanku
Menunjukkan aku di atas keangkuhanku

Biarkan aku sejenak
Dengan semua dunia tanpa kearifan dan prasangka
Menjadi aku yang mungkin memang aku

Bahkan biarpun itu hanya sekedar angan liarku

3

Mungkin Bukan Aku

Tak seharusnya engkau berlalu
bahkan ketika sama-sama sadar bukan kita
dan mungkin selamanya bukan

Meski pernah berpaling
toh akhirnya tersadar juga
tak semeskinya dibagi
karena memang tak kan bisa dibagi

Mungkin saja memang bukan aku
atau dia
atau…entah siapa lagi
biar saja beku
tak perlu dicairkan

Karena aku tetap disini
dan tak akan beranjak pergi